Untuk tim finance & accounts payable

Periksa dokumen sebelum dibayarkan.

Sebelum dokumen bayar naik ke meja atasan untuk di-approve — atau dikirim ke klien — pastikan tidak ada yang salah dan logikanya nyambung. Uang yang sudah keluar tidak bisa ditarik. Unggah dokumennya: aturan pasti mencocokkan angka dengan terbilang, total dengan jumlah rinciannya, penerima, meterai, sampai format NPWP, lalu pembaca AI menalar logikanya — ketentuan bayar yang bertentangan, rujukan yang menggantung.

Coba pakai dokumen AndaMemeriksa gratis · tanpa daftar · dokumen tidak disimpan

Yang paling sering meleset sebelum dibayar

Angka tidak cocok dengan terbilangnya

“Rp150.000.000 (seratus lima juta rupiah)” — angka dan hurufnya berbeda. Di dokumen bayar, satu sisi mengikat dan yang lain salah; dana yang keluar bisa sepuluh kali lipat dari yang disetujui. Dicocokkan otomatis.

Total tidak sama dengan jumlah rinciannya

Di invoice, RAB, atau tabel biaya, baris “TOTAL” yang tidak sama dengan penjumlahan rinciannya. Presisa merekonstruksi tabelnya, menjumlahkan, dan menandai selisihnya — dengan usulan menyamakan totalnya satu klik.

Nilai PPN/PPh tidak cocok dengan persentasenya

“PPN 11%” yang nilainya bukan 11% dari dasarnya — Presisa mengalikan persen dan dasar yang tertulis di dokumen itu sendiri, lalu menandai selisihnya dengan usulan angka yang benar. Ini cek aritmetika, bukan penilaian tarif pajak.

Nama penerima berubah ejaan

“PT Sumber Rejeki Abadi” di satu baris, “Sentosa” di baris lain — sisa template voucher lain. Dana masuk ke entitas yang salah. Ditandai, dengan usulan menyeragamkan.

Isian yang belum terisi

[JUMLAH], titik-titik, tanggal kosong yang lolos karena buru-buru tutup buku. Setiap isian yang belum diganti ditandai sebelum dokumen diteken.

Meterai kedaluwarsa

Kwitansi di atas ambang wajib bermeterai Rp10.000; nominal lama (Rp6.000/Rp3.000) sudah tidak berlaku sejak 2021. Ditandai, dan bisa diganti satu klik.

Format NPWP yang janggal

Jumlah digit NPWP yang tidak lazim di faktur atau kwitansi — cukup untuk membuat faktur pajak ditolak. Formatnya diperiksa; angkanya tidak pernah ditebak-ganti.

Pembaca kedua yang membaca antar-bagian

Aturan pasti mencocokkan angka; pembaca AI (Presisa Pro) membaca maksudnya — termin pembayaran yang bertentangan antar-pasal, syarat bayar yang menggantung tanpa mekanisme, rujukan ke PO atau lampiran yang tidak ada. Setiap temuan berlabel perlu ditinjau, dengan usulan perbaikan yang tinggal Anda tinjau, ubah, lalu satu klik masuk dokumen final.

Presisa memeriksa dokumennya, bukan pembukuan Anda

Yang Presisa pastikan adalah dokumen bayar itu konsisten dan lengkap sebelum diteken — angka cocok dengan terbilangnya, total cocok dengan jumlah rinciannya, penerima ditulis seragam, isian sudah terisi, meterai berlaku. Presisa tidak mengaudit apakah nilainya benar menurut pembukuan atau anggaran Anda; itu tetap pekerjaan Anda.

Yang sudah aktif: mencocokkan total dengan jumlah rincian, dan nilai PPN/PPh dengan persentase & dasar yang tertulis di dokumen. Sedang disiapkan (belum aktif): rekonsiliasi total setelah diskon/potongan/uang muka (butuh tanda per baris), dan deteksi tagihan ganda — menyusul. Semua yang di atas memeriksa apakah angka di dokumen konsisten satu sama lain, bukan mengaudit pajak Anda.

Siapa yang merawat pemeriksaannya

Dokumen bayar memakai mesin pemeriksa umum yang sama yang menjaga akta dan kontrak — angka↔terbilang, total↔rincian, konsistensi nama, kelengkapan isian, meterai, format identitas — yang dirawat dari praktik, bukan dikarang mesin. Bagaimana aturan Presisa dirawat →

Yang perlu Anda tahu sebelum percaya

Periksa dokumen Anda sekarang