Untuk notaris & PPAT
Ketahuan sekarang, bukan saat renvoi.
Penghadap datang jam sepuluh; draftnya selesai semalam. Sebelum akta dibacakan dan ditandatangani, unggah dulu: aturan pasti memeriksa modal terhadap terbilangnya, KBLI terhadap daftar resmi, jumlah saksi, meterai, sampai ejaan nama penghadap, lalu pembaca AI membaca hal yang cuma kelihatan kalau aktanya dibaca utuh — pihak yang keliru di satu pasal, dua ketentuan yang bertentangan.
Coba pakai akta AndaMemeriksa gratis · tanpa daftar · dokumen tidak disimpan
Yang paling sering meleset di akta
Modal tidak cocok dengan terbilangnya
“Rp2.000.000.000 (dua miliar rupiah)” — angka dan hurufnya berbeda, atau modal ditempatkan tak sama dengan modal disetor. Dicocokkan otomatis, termasuk pembagian saham.
KBLI tidak dikenal atau salah tulis
Kode maksud dan tujuan yang tidak ada di KBLI 2025, atau judul yang tak cocok dengan kodenya. Diperiksa terhadap daftar resmi, bukan ingatan mesin.
Saksi kurang dari dua
Akta yang menyebut kurang dari dua saksi — cacat formil yang mudah lolos saat menyalin dari template. Ditandai sebelum dibacakan.
Meterai kedaluwarsa
Nominal meterai lama (Rp6.000/Rp3.000) yang sudah tidak berlaku sejak 2021. Ditandai, dan bisa diganti ke Rp10.000 satu klik.
Nama penghadap berubah ejaan atau entitas terselip
Penghadap yang sama ditulis dua ejaan, atau nama PT dari template lain yang ikut terbawa. Ditandai, dengan usulan menyeragamkan ke ejaan yang benar.
Merujuk Pasal atau UU yang tidak ada / sudah usang
“sebagaimana Pasal 12” padahal pasalnya berhenti di 10, atau rujukan ke UU yang sudah dicabut. Rujukan menggantung dan dasar hukum usang ditandai.
Tiga hal yang membuat kerja notaris beda
Pembaca kedua yang membaca antar-pasal
Aturan pasti memeriksa angka dan kelengkapan; pembaca AI (Presisa Pro) membaca maksudnya. Penghadap di satu pasal yang bukan pihak di komparisi, kewenangan yang tak cocok dengan jabatan, dua ketentuan yang bertentangan — hal-hal yang cuma ketahuan kalau aktanya dibaca utuh. Setiap temuan berlabel perlu ditinjau, dengan usulan perbaikan yang tinggal Anda tinjau, ubah, lalu satu klik masuk akta final.
Antrean satu per satu, nomor akta berurutan
Protokol tidak datang satu-satu. Unggah sekaligus: Presisa memeriksa nomor akta yang melompat atau berulang, dan menyusun antrean satu per satu supaya tidak ada yang terlewat. Akta final yang sudah dirapikan bisa diunduh sebagai satu ZIP.
Repertorium yang tersusun sendiri
Data yang sudah diperiksa bisa langsung disusun jadi lembar repertorium dan diekspor ke Excel — pekerjaan pembukuan yang biasanya diketik ulang, kini ikut dari akta yang sama yang baru Anda periksa.
Siapa yang menentukan aturannya

Magister Kenotariatan Universitas Indonesia dan Sarjana Hukum Universitas Trisakti. Tiga setengah tahun sebagai Legal Staff di perbankan syariah — menyusun legal opinion dan kontrak — dengan pengalaman corporate legal serta pemantauan persidangan.
Pemeriksaan akta di Presisa dikurasi dari praktik, bukan dikarang mesin. Bagaimana aturan kami dirawat →
Yang perlu Anda tahu sebelum percaya
- Presisa bukan pengganti mata notaris. Kami menandai hitungan, kelengkapan formil, dan ketidakcocokan — bukan tafsir hukum atau kelayakan isi akta. Tanggung jawab dan keputusan tetap milik Anda.
- Aturan dari sumber terverifikasi. KBLI dan ambang lain dirawat dari daftar resmi, bukan dikira-kira mesin. Yang belum bisa kami pastikan, kami diamkan — daripada menuduh yang sah sebagai salah.
- Pembaca AI perlu ditinjau. Ia menangkap satu hal mahal yang aturan tak bisa lihat, tapi tidak selalu benar. Setiap temuannya berlabel perlu ditinjau — bukan vonis.
- Dokumen tidak pernah disimpan. Dibaca di memori, dibuang setelah selesai. Tidak ada arsip akta di sisi kami.